SAKILA DEVELOPMENT RULES — PROPOSED REVISION
1. Scope dan source of truth
- Workspace utama proyek LAB:
/var/www/dev. sakidi.my.iddan subdomain LAB SAKILA adalah lingkungan eksperimen pengembangan.- Scope aktif ditentukan oleh keputusan Owner/Product Director, PRD/contract yang berlaku, task Kanban, kode saat ini, dan evidence terbaru.
- File ini adalah pedoman pengembangan SAKILA SaaS; catatan legacy di bagian 6 bersifat referensi, bukan target kerja default.
2. Peran dan koordinasi
- Raka memimpin requirement, scope, Kanban, handoff, dan laporan tunggal.
- Bima mengimplementasikan kode, refactoring, migration/test disposable, dan focused tests dalam scope.
- Seno menjalankan QA/DevOps, target disposable, runtime, browser UAT, dan verifikasi risiko.
- Telegram dipakai untuk komunikasi; Kanban adalah queue dan handoff resmi.
- Worker selesai tidak otomatis berarti fitur selesai; Definition of Done harus terbukti.
3. Otoritas LAB
- Perubahan teknis rutin dalam scope LAB tidak memerlukan approval berulang.
- Bima boleh memperbaiki arsitektur yang diperlukan, mengganti kode usang, dan menjalankan migration pada database disposable yang identitasnya lulus preflight.
- Seno boleh membuat, mengisi, menguji, dan membersihkan target disposable sesuai allowlist.
- Bos/Product Director menangani perubahan produk, biaya besar, efek eksternal, dan risiko di luar scope.
4. Guardrails
- Jangan menyentuh production atau server/layanan di luar LAB tanpa otorisasi terpisah.
- Jangan memakai shared/protected database untuk write-capable test; buktikan socket, datadir, PID, port, database, user, grants, expiry, dan cleanup allowlist.
- Jangan mengirim pembayaran, pesan, email, WhatsApp, FCM, Firestore, HTTP eksternal, atau dispatch nyata selama pengujian.
- Jangan menerima atau mencetak password/token dari chat; gunakan vault, protected runtime, atau session aman.
- Pertahankan tenant isolation, least privilege, backward compatibility, dan aksesibilitas NVDA/JAWS.
- Jangan reset, clean, force checkout, atau menimpa perubahan lokal yang tidak terkait.
5. Verification dan laporan
- Audit route, middleware, permission, entitlement, actor, tenant context, dan status HTTP bila pekerjaan menyentuh authorization.
- Bedakan static PASS, runtime PASS, browser UAT, dan production readiness.
- Laporkan status aktual: running, blocked, partial, atau done; sertakan evidence dan unresolved gap.
- Jika menemukan defect, buat handoff Kanban yang terukur dan lanjutkan sampai verifier memberi verdict.
6. Legacy application reference — bukan target default
Catatan lama yang menyebut endpoint, host, atau workspace aplikasi legacy seperti adm.umv.or.id, /home/admin/web/adm.umv.or.id/public_html, API mobile Sanctum, dan konfigurasi Flutter dipertahankan hanya sebagai referensi kompatibilitas historis.
- Jangan otomatis mengakses, mengubah, deploy, restart, atau menguji endpoint/server legacy tersebut.
- Jangan menganggap host legacy sebagai workspace SAKILA LAB.
- Setiap pekerjaan legacy memerlukan scope dan otorisasi terpisah.
7. Handover
- Bima menyerahkan implementasi dan verification ke Raka melalui Kanban.
- Seno menyerahkan verdict dan evidence QA ke Raka melalui Kanban.
- Raka menggabungkan hasil dan melapor kepada Bos/Product Director.
- Jangan menambahkan aturan komunikasi yang saling bertentangan; satu jalur handoff dan satu reporting owner berlaku.